Dosen, Profil. KH. Abdur Rouf Maimoen. STAI AL ANWAR 00.33 Tidak ada komentar: KH. Abdur Rouf Maimoen Beliau sering disapa dengan panggilan Gus Ro’uf. Beliau adalah putra ketiga pengasuh PP Al Anwar KH Maimoen Zubair dari istri kedua Nyai Hj Masthi’ah binti KH Idris. Beliau lahir di Sarang, Rembang pada 3 Desember 1974.
Pertemuanitu menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan sebuah rubath (ma’had) yang kemudian dinamakan “RUBATH TARIM”. Persyaratan bagi calon pelajar juga dibahas pada kala itu, kriteria utama antara lain: calon santri adalah penganut salah satu mazhab dari empat mazhab fiqh (Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali) dan dalam aqidah bermazhab Asy’ariyah
AlfiyahIbnu Malik merupakan kitab nahwu yang populer di kalangan santri. Alfiyah akan menjadi kitab fan ilmu agama apabila digunakan sebagai alat untuk membaca kitab-kitab agama, apabila tidak, Vol. 12, No. 1, Juni 2020 57 dan atau sharaf), akan tetapi dibalik nadham-nadham tersebut dapat dikaji
santridan media sosial Sebagai agen sosial yang memang harus berkecimpung di tengah masyarakat, baik dalam skala mikro maupun makro, baik struktural maupun kultural, tentu santri harus bisa tanggap terhadap perubahan yang bergulir.
Danitu pun sama dengan dia mempelajari al-Quran, sebab ilmu fiqih merupakan ilmu yang dihasilkan dari al-quran dan al-Hadits yang telah di racik oleh para ulama. Bisa juga melalui pengajian-pengajian, majlis-majlis ilmu atau majlis mauidzhah, atau lainnya. Ini mrupakan salah satu media untuk memahami ilmu al-Quran dan hadits Nabi Saw.
DedikasiSantri untuk Indonesia Mandiri. Jakarta- Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur adalah cita cita bangsa yang harus segera terwujud, ditengah dunia yang berubah dan bergerak dinamis dan menjadi borderless (tanpa batas). Disisi lain ruang partisipasi global dalam menjaga perdamaian dan membangun tatanan dunia (world order) yang beradab
Padahal katanya, materi keagamaan apalagi 12 fan ilmu secara umum tetap harus disampaikan kepada santri, sebagai materi yang patut dipahami. Maka evaluasi diperlukan guna meluruskan sehingga
TausyahHari Santri Nasional dan yang di anggap Santri menurut Gus Mus (KH Musthofa Bisri). Hari santri 22 Oktober yang merupaka hari kebangkitan kaum Pesantren dengan rosolusi jihat NU pada saat melawan penjajahan Belanda yang merupakan hari bersejarah bagi bangsa ini dan bukti yang menunjukkan peran besar keterlibatan pesantren terhadap
. Pada Muqoddimah pembahasan Basmallah pernah disinggung tentang Fan Ilmu yang 12. Kali ini saya akan mencoba menguraikan tentang apa saja komponen dari 12 fan ilmu tersebut beserta penjelasannya. Semoga artikel ini setidaknya mampu memberi gambaran tentang 12 fan ilmu yang masyhur di dunia Pesantren Salaf ga tau sih kalo pesantren lain, untuk pesantren saya sangat masyhur meski yang dipelajari hanya sebagian kecil dar i 12 fan ilmu yang ada. 12 fan ilmu dirangkum dalam sebuah nadzom. Berikut adalah Nadzomnya صرف بيان معانى نحو قفية * شعر عروض إشتقاق خط إنشاء مناظرة والثانى عشرها لغة * تلك العلوم لها أداب الأسماء 1. Shorof Ilmu ini membahas tentang morfologi suatu kalimah kata dalam bahasa arab. Perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain untuk menghasilkan ma’na yang dimaksud. Contoh dari Fi’il kata kerja Madli ke bentuk Fi’il Mudlori’, Mashdar kata benda, Isim Fa’il pelaku, Isim Maf’ul kata benda objek, dan lainnya. Kitab Kuning yang biasanya digunakan untuk mempelajari ilmu ini adalah Al Amtsilatut tashrifiyyah, Kailany, Fathul Khobirul Latif, Nadhm Maqshud, Zanjani, dan lain-lain. 2. Bayan Lebih sukar dari ilmu Shorof, ilmu ini membahas tentang majas dan perumpaman dalam bahasa arab. Seperti halnya ilmu Shorof, ilmu ini juga hanya membahas satu kalimah kata tanpa melihat hubungannya dengan kalimah yang lain. Misalnya dalam penggunaan lafadh Ashobi’ahum dalam ayatYaj’aluun Ashobi’ahum fi adzaanihim dalam surat Al Baqoroh. Kata ashobi’ahum tersebut tidak dima’nai sebagai “jari-jari mereka”, tapi dima’nai sebagai “ujung jari-jari mereka”. Karena gak mungkin kan memasukkan jari ke telinga, yang mungkin memasukkan ujungnya saja. Dalam ayat tersebut, ilmu Bayan menamainya dengan nama Majas, sering disebut termasuk bab min ithlaaqil kul wairodatil juz , yang disebutkan adalah bentuk keseluruhan jari-jari, tapi yang dimaksud adalah sebagian ujung jari-jari. 3. Ma’ani Mirip dengan ilmu Bayan, ilmu ini juga terasa lebih sukar. Pembahasan ilmu ini lebih ke penambahan ma’na yang timbul karena terjadi perubahan susunan kalimah bahasa arab. Jadi, ilmu ini tidak hanya membahas satu kalimah saja, tapi melihat hubungannya dengan kalimah yang lain. Misalnya pembuangan Mubtada dari struktur Mubatada Khobar dalam bahasa arab. Salah satu ma’na yang timbul adalah untuk Memuliakan objek yang ditunjuk oleh Mubtada tersebut. 4. Nahwu Ilmu ini mungkin yang lebih sering terdengar berpasangan dengan ilmu Shorof. Biasanya orang bilang ilmu Nahwu Shorof. Memang fenomena itu sudah dari dulu diungkapkan oleh ulama dahulu. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa As Shorfu Ummul Ulum wa Nahwu Abuha. Ilmu Shorof adalah ibunya segala ilmu dan Ilmu Nahwu adalah bapaknya. Ilmu ini membahas gramatikal bahasa arab seperti bagaimana status jabatan kalimah kata dalam suatu kalam kalimat. Apakah dia menjadi Fa’il pelaku/subjek, Maf’ul objek, Na’at sifat, dan lainnya. Seperti halnya ilmu Ma’ani, ilmu ini otomatis membahas keterkaitan suatu kalimah dengan kalimah yang lainnya. Contohnya lafadh Ar Rohman pada bacaan basmalah adalah Na’at dari lafadh Jalalah Allah. Kitab yang biasa digunakan untuk mengkaji ilmu Nahwu adalah Jurumiyyah, Imrithi, Alfiyyah, Kifaayatul Ashab, dan lain-lain. 5. Qofiyah Fan ilmu ini mengatur bagaiman ujung satar awal harus sama dengan ujung satar tsani dalam suatu bait. Satar adalah potongan setengah bait dari suaatu nadhm. Misalnya kita punya suatu Nadhm Al Hamdulillahil ladzi qod waffaqo Lil ilmi khoiro kholqihi wa lit tuqo Dari bait di atas, satu satar adalah dari Al Hamdulillah sampai waffaqo. Yang saya contohkan adalah Bahar Rojaz dimana satar awal harus sama rimanya dengan satar Tsani. Tapi, di bahar yang lain ketentuan itu berbeda. 6. Syi’ir Ilmu ini membahas tentang bagaimana cara membuat suatu Syi’iran tentunya dalam bahasa arab. 7. Arudl Nah, tadi kita sedikit menyinggung masalah bahar. Dalam ilmu inilah istilah Bahar itu dipelajari. Bagaimana suatu nadhm bisa disusun dengan menggunakan enam belas bahar yang sudah ada. Salah satu kitab yang saya tahu adalah Mukhtashor Syafi. 8. Isytiqoq Pencetakan suatu lafadh dari lafadh yang lain adalah objek kajian ilmu ini. Jika kita ingin tahu, sebenarnya lafadh Allah-pun dicetak dari lafadh Ilahun setelah melalui perubahan-perubahan. Demikian pula dengan lafadh-lafadh yang lain. Dalam pembahasan di bab-bab artikel saya kedepan nanti, ilmu ini juga akan di dapatkan dalam praktiknya. 9. Khot Tulisan bahasa arab pun ada tata cara penulisannya. Nah, tata cara penulisan tersebut menjadi kajian ilmu ini. Dalam bahasa arab ada standar tujuh jenis tulisan, yaitu Naskhi, Kufi, Tsulusi, Riq’ah, Diwani, Diwani Jali, dan Farisi. 10. Insya’ Ilmu ini membahas bagaiman membuat suatu kalam kalimat yang benar dalam bahasa arab. Biasanya latihan ilmu ini adalah dengan menyusun kalam dari runtutan kalimah yang sembarang. 11. Munadzoroh Kadang kala kita perlu ber-Munadhoroh argumen dengan pendapat orang lain. Nah, supaya argumen yang diungkapkan sesuai dengan aturan, dibuatlah ilmu ini. 12. Lughoh Ilmu ini membahas tentang mufrodat kosa kata dalam bahasa Arab. Semisal vocabulary dalam bahasa Inggris. Itulah sedikit penjelasan mengenai 12 fan ilmu yang saya tahu. Jika ada yang pernah mendengar versi yang lain, silakan ditulis di sini dengan memberi komentar. Sejatinya, tidak hanya ilmu itu saja yang harus kita pelajari, masih banyak dan tidak akan bisa hitung jumlah ilmu yang harus kita pelajari, baik itu ilmu agama maupun sains. Semoga Allah meng-Istiqomah-kan kita agar tetap setia menjadi Thoolibul Ilmi. Karena keutamaan yang Allah tawarkan sangatlah besar bagi orang pencari ilmu. وكن مستفيدا كل يوم زيادة * من العلم واسبح في بحور الفوائد
Anda mau nyantri, atau menyekolahkan anak-anak ke pesantren? Jika iya, Anda perlu tahu dulu kitab yang biasanya dipelajari di bisa jadi setiap pesantren memiliki kitab khas dan tertentu yang dibahas, namun faktanya ada sebagian kitab yang umum untuk dipelajari. Terutama, oleh pesantren salaf atau yang sudah pesantren berusia tua. Nah, artikel ini akan membahas kitab-kitab yang Muta’allim AdabJurumiyah NahwuMatan Taqrib FiqihArbain Nawawi HaditsJauharul Maknun BalaghahWaraqat Ushul FiqihSulamul Munawwaraq MantiqAqidatul Awam AqidahAmsilah Tasrifiyah SharafTafsirul Jalalain TafsirTa’lim Muta’allim AdabKitab yang biasanya dipelajari di pesantren ini dikarang oleh Syaikh Az Zarnuji. Kitab ini secara umum merupakan kitab yang membahas ilmu adab mengenai menuntut ilmu. Di dalamnya berisi bagaimana ahlak dan tata krama bagi seorang santri dalam menuntut ilmu. Kemudian juga membahas bagaimana keutamaan orang yang berilmu, macam-macam ilmu yang wajib dikaji, berbagai cara yang dapat meningkatkan hafalan, hal-hal yang dapat membuat hafalan cepat lupa, Ta’lim Muta’alim akan menjadi kitab pembuka bagi seorang santri sebelum mengkaji kitab-kitab dari berbagai macam fan ilmu. Hal ini ditujukan agar santri nantinya tau adab-adab yang benar ketika melaksanakan proses pembelajaran. Karena memiliki ilmu tanpa adab merupakan suatu hal yang sangat lebih jelas Kitab Talim Mutaallim Pengertian, Isi, dan PengarangnyaJurumiyah NahwuKitab ini merupakan karangan Imam Al Shonhaji yang merupakan seorang ulama nahwu dari wilayah Maghrib Maroko. Kitab yang membahas ilmu nahwu ini bisa dikatakan merupakan kitab yang paling fenomenal dalam bidangnya. Hal ini dikarenakan kitab ini menjadi rujukan utama hampir di seluruh dunia sebagai kitab dasar bagi seorang pelajar yang ingin menguasai ilmu dalam kitab ini, sang penulis menjelaskan tentang bagaimana dasar-dasar ilmu nahwu dengan padat, ringkas, dan sangat jelas. Bahkan biasanya di beberapa pesantren salaf kitab ini tidak hanya dikaji, tetapi juga wajib dihafalkan oleh lebih jelas Kitab Jurumiyah Pengertian, Isi, Biografi Pengarang, dan HarganyaMatan Taqrib FiqihKitab ini merupakan tulisan Al Qadhi Abu Syuja. Secara umum kitab ini membahas mengenai fiqih, khususnya fiqih madzhab Syafii. Karena itulah kitab ini sangat populer di pesantren yang ada di Indonesia, hal ini karena mayoritas muslim di Indonesia merupakan pengikut Mazhab Syafii. Selain itu kitab ini pun terbilang mudah dipahami, karena menggunakan bahasa yang mudah dalamnya, sang muaalif membahas berbagai materi fiqih dasar seperti tata cara shalat, thaharah, haji, jual beli, warisan, hudud, perbudakan, nikah, dan berbagai fiqih dasar lainnya. Sebagai kitab yang sangat fenomenal, kitab ini juga memiliki banyak kitab syarahnya seperti Kitab Fathul Qarib, Fathul Muin, Nawawi HaditsKitab ini merupakan buah pikir salah satu ulama besar Mazhab Syafii yaitu Imam An Nawawi. Kitab ini merupakan kumpulan 42 hadits pilihan. Hadits-hadits tersebut menjelaskan mengenai landasan-landasan dalam Islam baik perkara ushul pokok maupun furu’ cabang, serta hadits-hadits yang berkaitan dengan jihad, zuhud, nasihat, adab, niat-niat yang baik dan kitabnya yang kecil dan ringkas, kitab ini biasanya menjadi salah satu dari berbagai kitab yang wajib dihafal oleh para santri di lebih jelas Kitab Arbain Nawawi Pengertian, Biografi Pengarang, Isi, dan SyarahnyaJauharul Maknun BalaghahKitab ini merupakan karya salah satu ulama dalam bidang nahwu yaitu Syekh Abdurrahman al-Akhdhari yang berasal dari Aljazair. Secara umum kitab yang berbentuk matan-matan ini berisi tentang materi ilmu balaghah. Ilmu Balaghah adalah ilmu sastra Bahasa Arab. Yang mana ilmu ini bertujuan untuk menjadikan sebuah kalimah dalam bahasa Arab memiliki keindahan lafadz dan dalam kitab ini, sang pengarang telah menjelaskan tentang macam-macam majaz, hakikat, kinayah, tauriyah, thibaq, jinas, muqabalah, dan berbagai materi lain yang berkaitan dengan ilmu balaghah. Selain itu karena kitabnya berbentuk matan-matan, maka terkadang banyak santri yang mencoba untuk menghafal matan kitab Ushul FiqihKitab ini merupakan buah pena seorang ulama ushul fiqih dari Iran yaitu Imam Haramain. Kitab yang membahas ilmu ushul fiqih ini bisa dikatakan merupakan kitab yang paling dasar bagi siapapun yang ingin mengkaji ushul fiqih. Karenanya hampir seluruh pesantren salaf di Indonesia menggunakan kitab sebagai pengantar kajian ushul dalam tulisannya, muallif menggunakan gaya penulisan ijaz, yakni sedikit lafaz banyak makna. Materi yang tertulis di dalamnya adalah seputar definisi-definisi penting seputar ushul fikih, tanpa menjelaskan satu demi satu dengan penjabaran yang panjang itulah kitab ini sangat cocok sebagai pengantar untuk memahami Ilmu Ushul fiqih yang notabene termasuk salah satu ilmu yang cukup berat Munawwaraq MantiqKitab ini merupakan hasil karya dari Syaikh Abdurrahman Al Akhdari yang juga merupakan penulis kitab Jauharul Maknun. Secara umum kitab ini membahas mengenai ilmu mantiq. Mantiq adalah ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir yang merupakan ilmu yang sangat sulit dipahami, umumnya kitab ini tidak akan dipelajari oleh para santri pemula. Melainkan hanya akan dikaji dan dipelajari oleh para santri senior yang telah khatam mengkaji Kitab Alfiyah Ibnu Awam AqidahKitab yang ringkas ini merupakan buah pikir seorang ulama dari Makkah yaitu Imam Ahmad Al Hasani. Secara umum kitab yang berbentuk matan-matan ini menjelaskan mengenai ilmu tauhid. Isi kandungan kitabnya meliputi berbagai para keimanan seperti sifat wajib, jaiz, dan mustahil Allah. Kemudian membahas mengenai malaikat, kitab-kitab yang diturunkan Allah, iman kepada hari kiamat, Isra mi’raj dan berbagai perkara keimanan kitabnya yang ringkas dan mudah dipahami, biasanya kitab ini akan dikaji oleh santri pemula. Kemudian karena hanya berisi 58 matan, biasanya para santri di pesantren salaf akan diminta untuk menghafalkan matan-matan yang ada di dalam kitab Tasrifiyah SharafBerbeda dengan kitab yang sudah kami ulas di atas, kitab ini merupakan hasil pemikiran seorang ulama Indonesia yaitu KH Muhammad Ma’shum bin Ali. Hebatnya lagi kitab ini beliau ciptakan saat usia beliau baru menginjak usia 19 tahun. Secara umum kitab ini membahas ilmu sharaf. Ilmu sharaf sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan bentuk kata dalam bahasa di kitab ini sang penulis menyusun berbagai pola-pola perubahan kata dalam Bahasa Arab dengan metode yang mudah untuk dipahami. Selain itu kitab ini juga lebih mengedepankan praktik ketimbang teori. Karena itulah kitab ini selalu dijadikan pegang bagi seluruh santri di Indonesia sebagai pintu dasar untuk memahami ilmu sharaf yang lebih dalam. Tafsirul Jalalain TafsirKitab ini merupakan buah karya guru dan murid yaitu Imam Jalaludin Al Mahalli dan Imam Jalaluddin As Suyuthi. Kitab yang merupakan tafsir Qur’an ini merupakan kitab tafsir yang paling sering dikaji para santri di pesantren. Hal ini dikarenakan tafsir ini memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki kitab tafsir kelebihan Tafsir Jalalain adalah Mudah dipahami, tidak bertele-tele, Menyebut pendapat yang rajih kuat jika ada ikhtilaf, dan terkadang menyebutkan sisi i’rab dan qira’at secara lebih jelas Kitab Tafsir Jalalain Pengertian, Pengarang, Metode, Kelebihan, dan HarganyaNah, demikianlah deretan kitab yang biasanya dipelajari di pesantren. Penasaran? Yuk nyantri!Baca juga Pengertian Kitab KuningKitab Alfiyah Ibnu Malik Pengertian, Biografi Pengarang, Isi, dan Harganya
404 Tak ada apa pun di sini! Maaf, halaman yang Anda cari di blog ini tidak ada. Beranda
Dalam dunia Pesantren, khususnya Pesantren Salaf bacaTradisional, keilmuan seseorang sudah bisa dikatakan mapan ketika dia sudah mempelajari 12 bidang ilmu. Memang satu pesantren dengan yang lainnya kadang berbeda dalam mendefinisikan 12 tersebut. Tapi, penulis mendapatkan satu sumber 12 fan ilmu itu yang dikemas dalam Bahar Basith penjelasan tentang jenis Bahar nanti menyusul D. Penulis sendiri mendapatkan Nadhm tersebut ketika mondok di Pondok Pesantren Al Hijrah Assalafiyah di Purwakarta. Nadhm tersebut adalah Shorfun Bayanun Ma’ani Nahwu Qofiyatun Syi’run Arudlun Isytiqoqun Khottun Insyaau Munadhoroh wa tsani asyruha Lughot tilkal ulumu laha adabul asmaau 1. Shorfun = Shorof Ilmu ini membahas tentang morfologi suatu kalimah kata dalam bahasa arab. Perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain untuk menghasilkan ma’na yang dimaksud. Contoh dari Fi’il kata kerja Madli ke bentuk Fi’il Mudlori’, Mashdar kata benda, Isim Fa’il pelaku, Isim Maf’ul kata benda objek, dan lainnya. Kitab Panduan yang digunakan biasanya Matan Bina, Kailany, Fathul Khobirul Latif, Nadhm Maqshud, dan Lamiyatul Af’al. 2. Bayanun = Bayan Lebih sukar dari ilmu Shorof, ilmu ini membahas tentang majas dan perumpaman dalam bahasa arab. Seperti halnya ilmu Shorof, ilmu ini juga hanya membahas satu kalimah kata tanpa melihat hubungannya dengan kalimah yang lain. Misalnya dalam penggunaan lafadh Ashobi’ahum dalam ayatYaj’aluun Ashobi’ahum fi adzaanihim dalam surat Al Baqoroh. Kata ashobi’ahum tersebut tidak dima’nai sebagai “jari-jari mereka”, tapi dima’nai sebagai “ujung jari-jari mereka”. Karena gak mungkin toh memasukkan jari ke telinga, yang mungkin memasukkan ujungnya saja. Dalam ayat tersebut, ilmu Bayan menamainya dengan nama Majas, sering disebut termasuk bab min ithlaaqil kul wairodatil juz , yang disebutkan adalah bentuk keseluruhan jari-jari, tapi yang dimaksud adalah sebagian ujung jari-jari. 3. Ma’ani = Ma’ani Mirip dengan ilmu Bayan, ilmu ini juga terasa lebih sukar memang semuanya sukar D. Pembahasan ilmu ini lebih ke penambahan ma’na yang timbul karena terjadi perubahan susunan kalimah bahasa arab. Jadi, ilmu ini tidak hanya membahas satu kalimah saja, tapi melihat hubungannya dengan kalimah yang lain. Misalnya pembuangan Mubtada dari struktur Mubatada Khobar dalam bahasa arab. Salah satu ma’na yang timbul adalah untuk Memuliakan objek yang ditunjuk oleh Mubtada tersebut. 4. Nahwu = Nahwu Ilmu ini mungkin yang lebih sering terdengar berpasangan dengan ilmu Shorof. Biasanya orang bilang ilmu Nahwu Shorof. Memang fenomena itu sudah dari dulu diungkapkan oleh ulama dahulu. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa As Shorfu Ummul Ulum wa Nahwu Abuha. Ilmu Shorof adalah ibunya segala ilmu dan Ilmu Nahwu adalah bapaknya. Ilmu ini membahas gramatikal bahasa arab seperti bagaimana status jabatan kalimah kata dalam suatu kalam kalimat. Apakah dia menjadi Fa’il pelaku/subjek, Maf’ul objek, Na’at sifat, dan lainnya. Seperti halnya ilmu Ma’ani, ilmu ini otomatis membahas keterkaitan suatu kalimah dengan kalimah yang lainnya. Contohnya lafadh Ar Rohman pada bacaan basmalah adalah Na’at dari lafadh Jalalah Allah. 5. Qofiyatun = Qofiyah Fan ilmu ini mengatur bagaiman ujung satar awal harus sama dengan ujung satar tsani dalam suatu bait. Satar adalah potongan setengah bait dari suaatu nadhm. Misalnya kita punya suatu Nadhm Al Hamdulillahil ladzi qod waffaqo Lil ilmi khoiro kholqihi wa lit tuqo Dari bait di atas, satu satar adalah dari Al Hamdulillah sampai waffaqo. Yang saya contohkan adalah Bahar Rojaz dimana satar awal harus sama rimanya dengan satar Tsani. Tapi, di bahar yang lain ketentuan itu berbeda. 6. Syi’run = Syi’ir Ilmu ini membahas tentang bagaiman cara membuat suatu Syi’iran tentunya dalam bahasa arab. Penulis tidak bisa menctohkan karena belum pernah mengkaji ilmu ini. 7. Arudl = Arudl Nah, tadi kita sedikit menyinggung masalah bahar. Dalam ilmu inilah istilah Bahar itu dipelajari. Bagaimana suatu nadhm bisa disusun dengan menggunakan enam belas bahar yang sudah ada. Salah satu kitab yang penulis tahu adalah Mukhtashor Syafi. 8. Isytiqoqun = Isytiqoq Pencetakan suatu lafadh dari lafadh yang lain adalah objek kajian ilmu ini. Jika kita ingin tahu, sebenarnya lafadh Allah-pun dicetak dari lafadh Ilahun setelah melalui perubahan-perubahan. Demikian pula dengan lafadh-lafadh yang lain. 9. Khottun = Khot Tulisan bahasa arab pun ada tata cara penulisannya. Nah, tata cara penulisan tersebut menjadi kajian ilmu ini. Dalam bahasa arab ada standar tujuh jenis tulisan, yaitu Naskhi, Kufi, Tsulusi, Riq’ah, Diwani, Diwani Jali, dan Farisi. Kitab yang penulis tahu, belum ada yang membahas ilmu ini. 10. Insyaau = Insya Ilmu ini membahas bagaiman membuat suatu kalam kalimat yang benar dalam bahasa arab. Biasanya latihan ilmu ini adalah dengan menyusun kalam dari runtutan kalimah yang sembarang. 11. Munadhoroh = Munadhoroh Kadang kala kita perlu ber-Munadhoroh argumen dengan pendapat orang lain. Nah, supaya argumen yang diungkapkan sesuai dengan aturan, dibuatlah ilmu ini. 12. Lughot = Lughot Ilmu ini membahas tentang mufrodat kosa kata dalam bahasa Arab. Semisal vocabulary dalam bahasa Inggris. Nah, itulah versi 12 fan ilmu yang penulis dapat. Jika ada yang pernah mendengar versi yang lain, silakan ditulis di sini. Tidak hanya ilmu itu yang harus kita pelajari, masih banyak dan tidak akan bisa hitung jumlah ilmu yang harus kita pelajari khususnya di bidang agama Islam. Semoga Allah meng-Istiqomah-kan kita agar tetap setia menjadi Thoolibul Ilmi. Karena keutamaan yang Allah tawarkan sangatlah besar bagi orang pencari ilmu. Wallahu a’lam
Santri Mandiri - Pada kesempatan kali ini, kembali akan berbagi terjemahan kitab fan ilmu adab/aklaq/tasawuf. Melanjutkan al Akhlaaqul lil Baniin Jilid sambutan Muhammad bin husein bin ali ba’abudSegala puji bagi allah yang menghiasi jenis manusia dengan akhlak mulia, dan sholawat serta salam semoga tercurahkan atas sebaik - baik manusia yang berakhlak luhur dan keluarga serta para sahabatnya dan setiap orang yang mengikuti jalan mereka yang lurusSelanjutnya, jelaslah bahwa akhlak mempunyai pengaruh terbesar atas kehidupan individu bangsa-bangsa, atas tingkat kemajuan atau kemudurannya. Bahkan atas kekelan keberadaannya atau kehancurannya.“sesungguhnya bangsa itu hidup selama ia berakhlak jika akhlak mereka lenyap maka hancurlah mereka”Oleh sebab itu perhatian agama samawi trutama islam terhadap akhlak sungguh besar. Begitu pula bangsa – bangsa yang maju sangat memperhatikannya. maka tidaklah mengherankan ketika Nabi SAW bersabda “aku di utus untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia”.Dan beliau bersabda “tidaklah beriman bagi siapa yang tidak menepati janji”Namun sangat di sayangkan kehidupan sipil dengan segala sarana kemewahannya dan kesejahtraan serta berbagai penemuan ilmiah yang sebagiannya bertujuan kenikmatan jasmani dan pemuasan nafsu hewani tetap merupakan faktor yang kuat untuk merobohkan bangunan akhlak dan meruntuhkan bangunan kemanusiaan yang tinggi. Disamping itu sambil pertikaian tercela diantara sesame manusia sedangkan perang-perang ini telah menimbulkan bencana dan akibat buruk yang merusak akhlak segala bangsa dengan berbagai tetapi pemeliharaan ilahi yang mengawasi alam semesta tetap melunakkan dan meringankan serta memperbaiki banyak kerusakan itu. Orang yang mengadakan perbaikan di setiap tempat dan zaman yang mempersiapkan jiwa mereka untuk mengabdi pada agama dan menasehati umat belumlah tidak takut untuk melaksanakan kewajiban mereka betapapun sulit keadaanya dan besar bahayanya, untuk menerangi jalan bagi manusia menuju keselamatan dan keamanan, semoga allah mengekalkan keadaan cara-cara perbaikan akhlak yang terbalik adalah perhatian untuk mendidik ahklak para remaja dan pemuda guna menjamin kebahagiaan mereka di masa depan. Tidaklah mengherankan, karena merekan akan menjadi generasi penerus dan menerima peralihan tugas, maka perhatian untuk melurukan mereka adalah kewajiban suci agama, moril dan sosial atas para bapak, pendidik dan pengajar. Dengan demikian kemunculan buku “al-akhlak lil banin” bimbingan bagi putra-putri anda karangan saudara al-ustadz Umar bin Ahmad Baradja, adalah sangat kita butuhkan dan amat sesuai untuk masa sekarang ini, dimana pengalaman agama dan akhlak tetap goyah dan lenyap al-ustadz umar kami haturkan banyak terima kasih dan kami harapkan darinya tambahan perhatian terhadap ahklak bagi remaja yang menjadi tumpuan harapan harapkan pula agar buku ini laris dan diterima serta berpengaruh baik, trutama dari kalangan pendidik dan pengurus kalian para bapak dan penajar saya serukan agar mendidik anak-anak dan murid-muridmu dengan baik serta membiasakan mereka berahklak mulia, dalam perkataan dan perbuatan serta berusaha memelihara pusaka berharga yang ditinggalkan bagi kita oleh salaf yang sahahih, berupa akhlak terpuji seperti kemurahan hati, keberanian, suka meolong, suka menepati janji dan lainnya, serta menjadi suri tauladan terbaik bagi yang menunjukkan kebenaran dan dia jua yang member petunjuk kejalan yang dari pemohon maaf tuhannyaLawang 1 dzul qaidah 1373 AKHLAK1. Wahai anak yang tercinta sesungguhnya akhlak yang baik itu menyebabkan kebahagiaan bagimu didunia dan akhirat. Tuhanmu ridha kepadamu. Engkau dicintai oleh keluargamu dan semua orang, sedang engkau hidup antara mereka secara terhormat. Kebalikannya adalah akhlak yang buruk. Ia adalah sumber penyebab kesengsaraanmu di dunia dan akhirat. Allah membencimu, engkau benci keluargamu dan semua orang dan engkau hidup di antara mereka dalam keadaan Maka hendaklah engkau memiliki akhlak mulia dan adab yang baik semenjak kecilmu agar engkau dibesarkan dan terbiasa dalam keadaan itu pada waktu besar. Engkau harus lebih dulu memaksakan dirimu atas hal itu hingga ia menjadi watak pada akhirnya. Allah ta’ala berfirman “telah beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan telah merugilah orang yang mengotorinya”. asy syams – 9. Nabi SAW bersabda yang terbanyak memasukkan manusia ke dalam syurga adalah ketakwaan kepada allah dan akhlak yang baik. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya. Sungguh orang mukmin bisa mencapai derajat seperti orang yang berpuasa dan bersholat dengan akhlaknya yang baik”.3. Sesungguhnya orang-orang tidak melihat kepada ketampanan wajahmu maupun kebaruan bajumu, tetapi mereka melihat kepada akhlakmu. Sebagaimana kata syair “janganlah kamu melihat baju seseorang, jika kamu ingin mengenalnya, lihatlah adabmu, jika kayu garu tidak semerbak baunya, tidaklah orang bisa membedakan antara garu dan kayu”. Penyair lain berkata “tidaklah bermanfaat bagi pemuda wajahnya yang tampan, apabila akhlaknya buruk”. Begitu pula ilmu tidak bermanfaat bila disertai akhlak yang buruk. Orang berilmu yang buruk akhlaknya lebih dibenci oleh masyarakat dari pada orang bodoh. Hendaklah engkau memperhatikan pendidikan akhlakmu sebagaimana engkau memperhatikan menuntut ilmu-ilmu dan Apabila anak sudah dewasa dan terbiasa dengan akhlak yang buruk, maka sulit sekali untuk mendidik dan memperbaikinya. Kadangkala hal itu tidak mungkin terwujud sama sekali. Sebagaimana kata penyair “kadangkala adab itu bermanfaat bagi anak-anak pada waktu kecil, tetapi sesudah itu tidaklah bermanfaat adab itu baginya, sesungguhnya ranting yang lunak akan lurus jika meluruskannya, dan tidaklah kayu menjadi lunak walaupun engkau wahai murid tercinta ...! engkau telah membaca jilid pertama dari buku ini dan mendapat manfaat ini adalah jilid dua, maka pahamilah baik-baik dan amalkan isinya agar engkau menjadi orang yang beruntung dan baik akhlakmu serta terdidik jiwamu sehingga engkau peroleh kebaikan didalam dunia dan KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ALLAH TA’ALA1. wahai anak yang beradab ! Allah ta’ala telah mengaruniamu kenikmatan yang banyak, ia menjadikan kamu setelah dulu tidak ada. Allah memberimu akal dan menunjukimu kepada agama islam yang merupakan kenikmatan terbesar. Allah memberimu kenikmatan berupa pendengaran, penglihatan dan idah serta kedua tangan dan kedua kaki. Allah menciptakanmu sebagai manusia sempurna dalam bentuk yang terbaik. Allah ta’ala berfirman “kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” at-tiin 4. Allah memberimu keadaan sehat wal 'afiat. Allah menanamkan kasih sayang bagimu dalam hati ibu bapakmu hingga mereka memeliharamu dengan sempurna dan ia menjadikan kamu mencintai gurumu hingga ia mengajarimu ilmu yang berguna bagimu dalam agama dan dunia serta banyak lagi kenikmatan allah ta’ala bagimu yang tak terbilang. “dan jika kamu menghitung kenikmatan alah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya” an-nahl 18.2. Engkau harus bersyukur kepada tuhanmu atas kenikmatan-kenikmatannya dengan mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya serta mengagungkan-Nya dari lubuk hatimu. Maka janganlah berbuat buruk walaupun engkau berada sendirian. Dalam hadist dikatakan“takutlah kepada Allah dimana pun engkau berada”. Hendaklah engkau mencintai tuhanmu lebih banyak daripada kecintaanmu kepada ibu bapakmu dan dirimu sendiri. Hendaklah engkau mencintai pula semua malaikat-Nya, rasul-Nya, nabi-nabiNya dan hambaNya yang shalih, karena allah ta’ala mencintai Engkau wajib pula meminta tolong kepada-Nya dalam berbagai keperluanmu dan bertawakkal kepadaNya dalam urusan-urusanmu. Allah ta’ala berfirman “dan kepada allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang beriman” al-maidah 23. Dalam hadist Ibnu 'Abbas ra disebutkan bahwa nabi saw berkata kepadanya“hai anak, aku ajari kamu beberapa kalimat, pelihara agama allah, niscaya allah akam memeliharamu. Pelihara agama allah, niscaya engkau mendapati pertolonganNya di hadapanmu. Apalagi engkau memohon kepada Allah. Apabila engkau minta pertologan, maka minta tolonglah kepada allah. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh ummat berkumpul untuk memberimu sesuatu manfaat, maka mereka tidak bisa memberimu manfaat, kecuali dangan sesuatu yang telah ditetapkan allah bagimu. Pena-pena malaikat yang mulia takdir allah telah diangkat dan lembaran-lembaran yang tertulis takdir allah telah kering dan seandainya mereke berkumpul untuk membahayakanmu, maka mereka tidak bisa membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan allah kepadamu”.4. Apabila engkau bersyukur kepada Allah, maka Allah menambah kenikmatan-Nya bagimu. Sebagaimana firman allah ta’ala dalam al-qur’an yang mulia “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu” Ibrahim 7. Dan allah menlindungimu dari berbagai musibah dan mewujudkan keinginan yang engkau harapkan. Allah SWT akan mencintaimu dan menjadikan paa manusia mencintaimu. Sebagaimana firman allah SWT “sesungguhnya orang yana beriman dan beramal salih, kelak allah yang maha pengasih akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang” Maryam 96. Yakni Allah mencintai mereka dan menjadikan orang-orang mencintai mereka. Dalam hadist disebutkan “apabila allah ta’ala mencintai seorang hamba, dia menyeru jibril as, sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia, maka jibril mencintainya,. Kemudian jibril berseru di langit sesungguhnya allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia, maka penghuni langit mencintainya dan letakkanlah kecintaan kepadanya pada penghuni bumi”.3. MURID YANG DICINTAIAda seorang guru yang lebih mencintai salah seorang muridnya saja dari pada murid-muridnya yang lain. Mereka merasa heran atas hal itu. Mereka berkata, “mengapa guru kita ini lebih mencintai murid yang ini daripada kami ?” Maka, sang guru pun ingin menunjukkan sebabnya. Ia memberi kepada mereka masing-masing seekor ayam. Lalu ia berkata “hendaklah masing-masing kalian menyendiri di suatu tempat dan menyembelih ayam agar tidak terlihat oleh seorangpun.” Semua murid pun mematuhi perintah guru itu, kecuali murid itu saja, ia mengembalikan ayam itu. Kemudian gurunya bertanya, “ mengapa engkau tidak menyembelih ayammu seperti yang dilakukan oleh teman-temanmu? “ anak itu menjawab “ karena saya tidak bisa menyendiri di suatu tempat tanpa terlihat oleh seorangpun, sungguh allah melihatku disetiap tempat. Kemudian guru itu berkata kepada murid-muridnya, “lihatlah kepada murid ini, ia takut kepada allah dan tidak melupakanNya ditempat manapun. Itulah sebabnya saya mencintainya daripada kalian. Tidaklah ragu bahwa jika sudah besar, ia menjadi orang salih dan taat kepada allah di setiap waktu”.4 KEWAJIBAN ANAK TERHADAP NABINYA SAW1. Ketahuilah bahwa Nabi SAW, mempunyai hak yang besar padamu, dan haknya adalah yang terbesar sesudah hak allah ta’ala. Adab terhadap beliau adalah adab yang paling kuat dan paling wajib. Beliau membawa agama islam, dan dengan perantaranya engkau dapat mengenal allah dan dapat membedakan antara yang halal dan haram. Engkau tidak dapat membalas jasanya untuk selama-lamanya. Maka wajiblah engkau mencintainya dengan kecintaan yang sangat istimewa. Dalam hadits “tidaklah beriman seorang diantara kamu hingga aku lebih dicintainya dari pada anak-anaknya dan ayahnya serta orang-orang semua”.2. Tanda kecintaanmu kepada tuhanmu adalah engkau mencintai nabimu dan mengikutinya dalam perikehidupannya. Allah ta’ala berfirman“ katakanlah jika kamu mencintai allah, maka ikutilah aku, niscaya allah mencintai kamu” ali-imran 31. Engkau cintai pula keluarganya dan para sahabatnya serta seluruh ummatnya. Dalam hadits dikatakan “cintailah allah karena memberimu nikmat-nikmatNya, dan cintailah aku nabi Muhammad, karena cintamu kepada allah, dan cintailah keluargaku dami mencintai aku”.Dalam hadits lain “peliharalah aku mengenali para sahabatku. Janganlah kalian jadikan mereka caci maki setelah aku siapa mencintai mereka dan barang siapa membenci mereka, maka dengan membenci aku, akupun membenci mereka”. Dalam hadits lain “tidaklah seseorang dari kamu beriman hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”.3. Mentaati Nabi SAW dalam semua allah SWT berfirman “barang siapa mentaati rasul, ia pun telah mentaati allah” an nisa’ 80. “apa yang diberikan allah hendaklah kamu ambil. Dan apa yang dilarangnya terhadap kamu maka tinggalkanlah” al-hasyr 7. Termasuk ketaatanya adalah engkau bela agamanya dengan perkataan dan perbuatanmu. Engkau bela syariatnya dengan segenap kemampuanmu dan mengucapkan shalawat kepadanyaSebagaimana perintah Allah kepadamu dalam firmanNya “sesungguhnya allah dan malaikat-malaikatnya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya” al-ahzab56. Terutama di malam jumat dan pada hari jumat sebagaimana dalam hadits dikatakan “perbanyak bersholawat untukku di hari jumat dan malam jumat, barang siapa melakukan itu, maka aku manjadi saksi dan memberi syafaat baginya pada hari kiamat”.[sumber tulisan Pondok Pesantren Al Khoirot]Demikian kajian Terjemahan Lengkap Kitab al Akhlaaqul lil Baniin Jilid ke-2 ini. Semoga bermanfaat. Kitab Kuning
© 2021 Radar Garut - Jabar Ekspres Network JEN All Right Reserved.
Melanjutkan materi ke-02 tentang Fashahah, kita lanjut ke materi 03 Terjemah Jauhar Maknun - tentang Balaghah dan 3 fan ilmu, yakni Blog Santri Blogger - Melanjutkan materi ke-02 tentang Fashahah, kita lanjut ke materi 03 Terjemah Jauhar Maknun - tentang Balaghah dan 3 fan ilmu, yakni ilmu Ma'ani, ilmu Bayan dan ilmu Badi'. Pengertian Balaghah وَ جَعَلُوْا بَلَاغَةَ الْكَلَامِ طَبَاقَةً لِمُقْتَضَى الْمَقَامِ “Para ulama menjadikan sifat balāghatul kalām terhadap kalam yang cocok dengan muqtadhal maqām.” Balaghah seperti halnya Fashahah adalah sifat yang menempati maushuf yang disifati. Secara bahasa mempunyai arti keindahan. Sedangkan definisi balaghah secara Istilah berbeda menurut maushufnya yaitu Kalam dan Mutakallim. Seperti yang akan dijelaskan di bawah. 1. Balaghatul Kalam Seperti disebutkan pada bait diatas, yang disebut Balaghatul Kalam adalah cocoknya kalam fashih dengan Muqtadlal maqam. Jadi syarat kalam bisa disifati balaghah adalah sudah bersifat fashahah dan cocok dengan muqtadlal hal. Sehingga kalam yang telah bersifat balaghah disebut dengan Kalam Baligh Muqtadlal Maqam atau muqtadlal hal Muqtadlal Maqam terdiri dari dua kalimah kata yaitu muqtadla dan maqam/hal. Pengertian dari Muqtadla adalah ungkapan yang sesuai. Sedangkan maqam atau hal adalah kondisi yang menuntut sebuah pola ungkapan tertentu. Jadi maksud dari Muqtadlal maqam/muqtadlal hal adalah pola ungkapan yang sesuai dengan keadaan. Adapun contoh kalam yang baligh seperti1. Lafaz ألله غَفوْرٌ diucapkan kepada mukhatab kholi dzihni orang yang belum tahu akan adanya sebuah informasi.2. Lafaz إِنَّ اللهَ غَفوْرٌ diucapkan kepada orang yang ragu-ragu dengan adanya informasi, lebih baik menggunakan adat taukid إِنَّ. 3. Lafaz إِنَّ اللهَ غَفوْرٌ bagi mukhatab yang ingkar dengan adanya sebuah informasi, wajib menggunakan adat taukid dan ditambah dengan huruf taukid yang lain apabila dia benar-benar ingkar dengan informasi yang disampaikan, seperti إِنَّ اللهَ لَغَفُوْرٌ Pemberian taukid atau tidak pada sebuah kalam itu disebut Muqtadla. Sedangkan kondisi dari mukhatab disebut hal/maqam. 1. Balaghatul Mutakallim Pengertian balaghatul mutakallim adalah bakat dan kemampuan seseorang dalam menyusun kalam baligh untuk menyampaikan apa yang dia kehendaki. Kemampuan ini bersifat bawaan, jadi bukan karena kebetulan. Pengertian Ilmu Ma'ani, Bayan dan Badi' Pengertian Ilmu Maānī وَ حَافِظٌ تَأْدِيَةُ الْمَعَانِيْ عَنْ خَطَاءِ يُعْرِفُ بِالْمَعَانِيْ “Ilmu yang menjaga jangan sampai mutakallim itu salah di dalam menerangkan makna yang di luar makna yang dikehendaki, itu disebut Ilmu Maānī”. Jadi, Ilmu Maānī adalah ilmu untuk menjaga kesalahan berbicara. Pengertian Ilmu Bayan وَ مَا مِنَ التَّعْقِيْدِ فِي الْمَعْنَى يَقِي لَهُ الْبَيَانُ عِنْدَهُمْ قَدِ انْتَفِي “Ilmu untuk menjaga kalām ucapan dari taqīd yang berhubungan dengan makna taqīd Manāwī, itulah yang disebut Ilmu Bayān”. Jadi, Ilmu Bayān adalah ilmu untuk menjaga pembicaraan yang tidak mengarah kepada tujuannya. Pengertian Ilmu Badi' وَ مَا بِهِ وُجُوْهُ تَحْسِيْنِ الْكَلَامْ تُعْرَفُ يُدْعٰى بِالْبَدِيْعِ وَ السَّلَامْ “Ilmu untuk mengetahui cara-cara memperbaiki kalam atau ucapan, itulah yang disebut Ilmu Badī”. Jadi, Ilmu Badī adalah ilmu yang untuk menghias susunan kalimat agar menjadi indah. Silahkan dibagikan bila bermanfaat. Terima Kasih
Islam menorehkan banyak peristiwa dan sejarah. Oleh karena itu, banyak juga ilmu – ilmu yang menurun hingga zaman sekarang yang bersumber pada zaman dahulu. Al-Quran merupakan contoh dari ilmu yang digunakan sampai sekarang. Alquran adalah kumpulan wahyu-wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Terdapat banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari Al Quran tentunya dengan tafsir yang benar sehingga makna dari Al Quran tersebut jelas. Dari banyaknya Ilmu yang disampaikan dalam Al Quran serta ilmu – ilmu lain yang diajarkan oleh Nabi, Sahabat, Khalifah dan lainnya, semua ilmu tersebut perlu kita saring. Kiranya mana saja yang layak kita pelajari dalam kehidupan kedepannya dan kita terapkan di zaman ini. Nah, untuk memperluas ilmu, disini kita membahas tentang cabang-cabang ilmu agama atau macam–macam ilmu agama Fan Ilmu Agama. Apa Itu Fan Ilmu Agama? Dalam Agama Islam banyak sekali ilmu – ilmu yang dapat kita pelajari terutama dalam Kitab Al Quran. Ada banyak juga ajaran dari leluhur kita di zaman kejayaan Islam. Dari itu kita perlu untuk menyaringnya, memilih dan memilah mana saja ilmu yang layak kita pelajari. Dalam fan/cabang-cabang ilmu agama terdapat fan yang perlu kita pelajari dalam kehidupan. Macam – macam Fan Ilmu Berikut adalah ilmu-ilmu yang wajib kita pelajari yaitu sebagai berikut. Ilmu Aqidah/ Ilmu Tauhid Ilmu tauhid adalah ilmu yang belajar tentang sifat – sifat Allah SWT, dan sifat para utusannya. Sifat-sifat tersebut terdiri dari sifat jaiz, sifat yang mustahil, dan sifat wajib. Ilmu ini dapat menerangkan suatu hal yang dapat masuk akal untuk dijadikan bukti atas dalil agar dapat didengar tanpa ada keraguan hati. Ilmu Al Quran Secara etimologi, Ulumul Quran berasal dari dua kata yang pertama yaitu ulum yang berarti jamak dari kata ilmu, menjadi ilmu-ilmu Al Quran. Jadi Ulumul Quran yaitu kumpulan – kumpulan ilmu yang ada pada Al Quran, dengan demikian ilmu tafsir, ilmu qira’at asbabun nuzul dan lainnya adalah termasuk Ulumul Quran. Ilmu Akhlaq Ilmu Akhlak adalah ilmu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia. Ilmu ini mempelajari tingkah laku, sopan santun manusia dalam pergaulan sehari hari ataupun kepada pencipta-Nya. Dalam berkehidupan kita tidak boleh bertingkah laku sesuka hati kita atau seenaknya saja, dalam ilmu ini kita mempelajari bagaimana kita bertingkah laku sebagaimana peraturan yang ada baik secara ilmu agama ataupun dalam peraturan dimana kita berada. Ilmu Hadist Secara terminologi Hadist adalah segala perkataan dan segala perbuatan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan secara Bahasa Hadist adalah perkataan, percakapan dan perbuatan. Kita layak mempelajari ini karena Hadist ini adalah perkataan dan perbuatan nabi dan kita patut untuk mencontohnya dalam kehidupan sehari – hari. Ilmu Ushul Fiqh Ilmu Fiqh adalah ilmu untuk mengetahui hukum-hukum Allah SWT yang berhubungan dengan segala perbuatan baik wajib, sunnah, haram, mubah, makruh yang tentunya dengan dalil – dalil yang shahih atau benar. Ilmu Faraidh Faraidh merupakan bentuk jamak dari kata Faridhoh, diambil dari kata fardh yang artinya takdir atau ketentuan. Ilmu ini termasuk dalam ilmu fiqih yang mempelajari tentang hukum waris serta pembagian lengkapnya. Ilmu Tajwid Arti tajwid secara etimologi atau menurut bahasa yaitu memperindah sesuatu. Sementara itu, menurut istilah, tajwid yaitu mempelajari tentang kaidah dan tata cara membaca Al Quran dengan baik dan benar. Tujuan dari belajar ilmu tajwid ini untuk menjaga bacaan Al-Quran dari adanya kesalahan dan juga perubahan dalam membacanya, serta menjaga lisan dari kesalahan membaca Al Qur’an. Belajar Ilmu tajwid hukumnya Fardhu Kifayah sedangkan hukum membaca Al Quran dengan baik dan benar menurut kaidahnya hukumnya Fardhu Ain. Dan ada lagi pembagian atau macam-macam fan ilmu yaitu ilmu alat yang akan dijelaskan di bawah ini. Shorfun/Shorof Ilmu ini mempelajari tentang morfologi suatu kata dalam Bahasa arab. Perubahan dari bentuk ke bentuk lainnya yang menghasilkan perubahan makna yang dimaksud. Contoh dari Fi’il kata kerja Madhi menjadi Fi’il Mudhori, Masdar kata benda, Isim fa’il pelaku, isim maf’ul kata benda objek dan lainnya. Nahwu Ilmu Nahwu ini mempelajari tentang gramatikal pada Bahasa arab bagaimana status jabatan sebuah kata kalimah pada suatu kalimat kalam. Apakah dia menjadi fa’il pelaku/subjek, atau menjadi maf’ul objek atau menjadi jabatan lainnya. Khot Dalam Bahasa arab pun ada tata cara penulisan Bahasa arab yang terkandung dalam ilmu khot ini, dalam Bahasa Arab ada standar 7 jenis tulisan yaitu Naskhi, Farisi, Diwani jail, Diwani, Riq’ah, Tsulusi, Kufi. Arudl Arudl merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahar. Bagaimana suatu nadhm disusun dengan 16 bahar yang sudah ada. Bayan Ilmu ini lebih sulit daripada ilmu shorof, ilmu ini mempelajari tentang majas dan perumpamaan dalam bahasa arab. Seperti halnya ilmu shorof, ilmu bayan ini juga membahas satu kata yang tidak melihat hubungannya dengan kata lain. Ma’ani Hampir sama pada ilmu bayan, ilmu ini sama sukarnya. Ilmu ini mempelajari lebih ke penambahan makna yang muncul karena ada perubahan susunan dalam kalimat Bahasa arab. Ilmu ini tidak hanya membahas satu kalimat saja, tapi melihat hubungan dengan kalimat bahasa arab yang lain juga. Qofiyatun Ilmu ini mempelajari dan membahas tentang mengatur bagaimana ujung satar awal harus sama dengan ujung satar tsani dalam satu bait. Satar adalah potongan suatu bait dalam satu nadhm. Syi’run Ilmu ini mempelajari serta membahas tentang bagaimana cara membuat syi’iran dalam Bahasa arab. Isytiqoqun Ilmu ini adalah pencetakan suatu lafadz dari lafadz yang lain. Sebenarnya Lafadz Allah – pun berasal dari kata ilahun setelah melalui berbagai perubahan, demikian juga dengan lafadz – lafadz lainnya. Insyaa’ Ilmu ini membahas dan mempelajari tentang bagaimana kita membuat kalimat Bahasa arab dengan baik dan benar. Biasanya Latihan dalam ilmu ini adalah dengan Menyusun urutan kata sembarang. Munadhoroh Ilmu ini adalah ilmu tentang argument. Saat kita beradu argumen, agar argument sesuai dengan aturan, maka dibuatlah ilmu ini. Lughoh Ilmu ini belajar tentang kosa kata dalam bahasa arab. Sepeti halnya vocabulary dalam Bahasa inggris. Ilmu Hikmah Ilmu hikmah adalah ilmu batin dengan metode zikir dan doa. Ilmu ini tentunya menurut akidah dan syariat Islam, yang ditujukan pada urusan dunia dan lain – lainnya. Nah itulah pengertian mengenai fan ilmu agama dan juga macam-macamnya. Mempelajari semua hal tersebut tidak perlu terburu-buru. Pelan tapi pasti, asal paham dengan benar, ilmu tersebut akan memberikan manfaat yang baik, baik dalam segi bahasa maupun kehidupan. Buat kamu yang ingin belajar lebih dalam tentang bahasa arab kamu bisa membaca artikel Kosa Kata Bahasa Arab Seputar Kamar Tidur